Tampilkan postingan dengan label Administrasi Negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Administrasi Negara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012


DAFTAR NAMA
PENGAJUAN SEMESTER PENDEK
FISIP UNPAR 2012

SISTEM EKONOMI INDONESIA
1.      Eko Pratama Putera
2.      Jengki
3.      Junius Antoni
4.      Frastinggo Saputra
5.      Ryan Naldo
6.      Benni S
7.      M.fadli
8.      Ridho


DEMOKRASI DAN HAM
1.      Tri Lasmaria                                        9.    Titi HAndayani
2.      Cecilia Nandya                                   10.  M.Fadli
3.      M.Imam Mujiono                                11. Febriyana P
4.      Eko Pratama Putera                            12. Efrida. P
5.      Ryan Naldo                                         13.
6.      Anggelo Penly
7.      Sugeng Prayitno
8.      Jan Krisman P
9.       
SISTEM ADMINISTRASI PEMERINTAH DAERAH
1.      Titi Handayani                                   
2.      Eko Pratama Putera
3.      M.Imam Mujiono
4.      Ryan Naldo
5.      Anggelo Penly
6.      Cecilia Nandya
7.      Tri Lasmaria
8.      Junius Antoni
9.      Febriyana
STATISTIK

1.      M.Imam Mujiono
2.      Jhon Telon
3.      Jengki
4.      Beni S
5.      Ryan Naldo
6.      RAjulan
7.      Estu
8.      Ridho
9.      Efrida Priskila

SISTEM POLITIK INDONESIA
1.      Benni S
2.      Jhon Telon
3.      Ryan Naldo
4.      Sugeng Prayitno
5.      M.Fadli
6.      Jan Krisman P
7.      Efrida Priskila
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
1.      Jan Krisman P
2.      Jengki


TEORI PEMBANGUNAN
1.      Sugeng Prayutno
2.      M. Fadli
3.      Frastinggo S
4.      Roni Wijanarko
5.      Tri Lasmaria



PELEMBAGAAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
1.      Titi HAndayani
2.      Anggelo Penly
3.      Eko Pratama Putera
4.      Cecilia Nandya
5.      Tri Lasmaria
6.      Junius Antoni
7.      Febriyana P

PPKN
1.      Anggelo Penly

DIHARAPKAN KEPADA REKAN-REKAN YANG MENGIKUTI SEMESTER PENDEK AGAR DAPAT MENGHADIRI PERKULIAHAN MULAI TANGGAL 2 JULI - 2 AGUSTUS 2012

Jumat, 18 Mei 2012

Perbandingan administrasi negara


PERBANDINGAN SISTEM PEMERINTAHAN
PARLEMENTER DAN PRESIDENSIL

OLEH : EKO PRATAMA PUTERA
1.1.          Latar Belakang
Sistem pemerintahan suatu negara berguna bagi negara lain. Salah satu keguanaan penting sistem pemerintahan suatu negara adalah menjadi bahan perbandingan bagi negara lain. Jadi, negara-negara lainpun dapat mencari dan menemukan beberapa persamaan dan perbedaan antara sistem pemerintahannya.
Tujuan selanjutnya adalah negara dapat mengembangkan suatu sistem pemerintahan yang dianggap lebih baik dari sebelumnya setelah melakukan perbandingan tadi. Mereka bisa pula mengadopsi sistem pemerintahan negara lain sebagai sistem pemerintahan negara yang bersangkutan. Sistem pemerintahan negara-negara di dunia ini berbeda-beda sesuai dengan kondisi sosial budaya dan politik yang berkembang di negara yang bersangkutan. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, sistem pemerintahan presidensial dan parlementer merupakan dua model sistem pemerintahan yang dijadikan acuan oleh banyak negara. Amerika Serikat dan Inggris-lah yang masing-masing dianggap pelopornya. Contoh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensial antara lain ; Amerika Serikat, Filipina, Brazil, Mesir, Indonesia dan Argentina. Sedangkan yang menganut sistem pemerintahan parlementer, antara lain ; Inggris, India, Jepang, Malaysia dan Australia.
Meskipun sama-sama menggunakan sistem presidensial atau parlementer, terdapat variasi yang disesuaikan dengan perkembangan ketatanegaraan negara. Misalnya,

KEBIJAKAN PUBLIK 1


KEBIJAKAN PUBLIK ERA KONTEMPORER
Kita sering mendengar dan membaca di media massa tentang kebijakan publik yang tidak berpihak kepada rakyat, kebijakan publik yang mengguntungkan sekelompok kecil masyarakat, kebijakan publik yang tidak terarah, kebijakan publik yang tidak transparan dan sebagainya.
Mungkin para politisi dan pengamat politik fasih sekali di media massa mengatakan hal tersebut, namun demikian kita, sebagai rakyat, kebanyakan tidak mengerti apa sebenarnya kebijakan publik walaupun seringkali ikut latah mengatakannya.
Ø  Konteks Demokrasi
Di era demokrasi dan otonomi daerah, kebijakan publik tidak lagi menjadi kewenangan pemerintah namun menjadi produk legislasi yang dilahirkan dari oleh dan untuk publik. Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan, menjadi penting untuk memahami mengapa kebijakan publik harus disusun dengan tepat, siapa yang mesti terlibat, dan kenapa harus dipelajari dengan benar.

SEJARAH PERKEMBANGAN ADMINISTRASI


A.    SEJARAH PERKEMBANGAN ADMINISTRASI

Berkembang tradisi dimana setiap mahasiswa Administrasi atau yang belajar atau
mempelajari ilmu Administrasi diperkenalkan dengan pemikiran-pemikiran para ahli teori klasik yang dianggap sebagai perintis dan menjadi fondasi untuk ilmu
Administrasi modern. Para ahli teori klasik yang memberi kontribusi terhadap
perkembangan administrasi sebagai ilmu antara lain Charles Babbage, Henry R.
Tone, Frederick Winslow Taylor, Gilbreths, Henry L. Gant, Harrington Emerson,
Henry Fayol, James D. Money, Lyndal F. Urwick, Chester Barnard. Para ahli teori
administrasi modern yang dikembangkan dari pendekatan-pendekatan psikologis
terutama dipelopori oleh Elton Mayo, Hugo Munsterberg yang dikenal dengan
aliran hubungan manusia, dan juga aliran-aliran pemikiran teori perilaku, teori
proses, pendekatan kuantitatif, pendekatan system dan pendekatan kontingensi.
Pernyataan Oliver Wendell Holmes Jr. yang menyatakan: jika ingin mengerti atau
mencoba menentukan apa yang akan terjadi hari esok maka perlu melihat ke
belakang, penting untuk setiap untuk setiap mahasiswa yang mempelajari
administrasi ( Stephen P. Robbins, 1980).